Tuesday, October 11, 2011

Gelombang bunyi

bagian luar telinga

telinga(audiotone.biz)
Gelombang bunyi adalah salah satu  dari gelombang mekanik yang merambat dalam medium dalam hal ini mediumnya  adalah  bisa udara, air atau zat padat.  Berdasarkan arah getarnya bunyi termasuk ke dalam kelompok gelombang longitudinal yaitu gelombang yang merambat dengan arah getar searah arah perambatannya. Bila bunyi merambat di udara maka udara yang dilaluinya akan terdapat rapatan dan regangan sebagai gelombang logitudinal, diamana satu gelombang (λ) adalah jarak dari rapatan-renggangan-rapatan atau bisa juga renggangan-rapatan-renggangan.


Pengertian rapatan dalam udara adalah daerah yang tekanan udaranya lebih besar dibanding dengan tekanan udara disekitarnya. Sedangkan renggangan adalah daerah yang tekanan udaranya lebih kecil dari daerah sekitarnya. Pusat  rapatan adalah daerah yang tekanan udaranya paling besar  dan pusat renggangan adalah daerah yang tekanan udaranya paling kecil.

Bunyi yang kita dengar  atau bunyi yang bisa didengar manusia harus memiliki frekuensi antara 20 Hz sampai 20 Khz. Bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz dinamakan infrasonic hanya bisa didengar oleh binatang seperti kucing dan anjing. Sedangkan frekuensi bunyi yang frekuensinya lebih besar dari 20 Khz hanya bisa didengar oleh binatang. Ketika manusia masih muda jangkauan frekuensi masih normal yaitu antara 20Hz- 20000Hz tapi ketika usia bertambah menjadi tua maka rentang pendengaran akan berkurang. Kira-kira 20% dari populasi penduduk dunia mengalami cacat pendengaran  cacat ini bisa disebakan oleh usia tua, infeksi serta gangguan pada  cochlea oleh bunyi yang sangat keras misalnya suara musik keras dalam diskotik atau suara bising pabrik dalam waktu lama atau suara ledakan seperti petasan atau mercon.

Beruntunglah manusia hanya dapat mendengar bunyi yang jangkauannya terbatas yaitu 20Hz- 20000Hz . Seandainya manusia dapat mendengar bunyi dengan jangkauan frekuensi tidak terbatas  maka dunia ini sangat ramai dan sangat bising. Tidak ada lagi kesunyian sebab semua bunyi termasuk yang paling lemah sekalipun masih bisa didengar, akibatnya kita tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.

Bunyi yang frekuensi lebih tinggi dari 20000 Hz dinamakan ultrasonic. Beberapa binatang bisa mendengar pada frekuensi ini misalnya anjing bisa mendengar sampai 25000Hz, kucing sampai 65000Hz lumba-lumba bisa mendenga frekuensi bunyi sampai  150000Hertz.

Kelelawar terbang pada malam hari tidak menggunakan penginderaan penglihatan, karena penglihatan kelelawar tidak sebaik burung hantu atau binatang malam lain. Kelelawar  dengan mengeluarkan  bunyi ultrasonic yang kemudian bunyi itu dipantulkan kembali oleh benda benda disekitarnya. Dengan cara seperti itu kelelawar bisa membedakan antara serangga dengan daun yang jatuh. Kelelawar tidak pernah salah terbang misalnya tabrak dinding atau pohon. Penginderaan kelelawar ini di contoh oleh manusia untuk sister Radar pada pesawat, kapal perang atau sistem sonar pada kapal selam. Tapi pesawat  masih bisa salah misalnya menabrhk bukit atau tabrakan dengan pesawat lain meskipun  sudah pakai sistem radar yang sangat canggih.  Namanya juga manusia banyak kelemahan apalagi cipataan manusia berbeda dengan kelelawar ciptaan Allah swt. Ini satu hal untuk bisa kita renungkan,

Atau aplikasi lain dalam teknologi yaitu untuk ultrasonografi yang biasa digunakan oleh dokter kebidanan dan kandungan.  Postingan ini sebagai tambahan bagi adik-adik  yang sedang belajar Fisika di  kelas 12, semoga bermanfaat.

1 comment:

  1. Permisi
    Bagus informasinya, kembangkan terus. Jangan lupa kunjungan baliknya.

    ReplyDelete

Bagi adik-adik atau teman-teman pembaca blog ini yang mau kritik atau saran untuk perbaikan blog ini silakan tulis di kotak komentar.
Mohon maaf komentar yang mengandung spam secara otomatis oleh sistem blogger masuk kotak spam atau dihapus