Monday, April 30, 2012

Ketelitian Pengukuran dan Ketepatan Pengukuran

Pengukuran adalah  membandingkan suatu benda dengan besaran lain yang sejenis yang dipergunakan sebagai satuan-nya, alat pembanding itulah yang dinamakan dengan  alat ukur. Pengukuran supaya memiliki  ketelitian pengukuran dan ketepatan pengukuran,  harus digunakan alat yang sudah diakui secara internasional juga sudah ditera ketepatan (akurasi) serta ketelitian (presisi). Misalnya bila kita akan mengukur panjang meja maka harus digunakan mistar jangan menggunakan jari tangan atau kalau kita akan mengukur suhu air harus menggunakan termometer tidak boleh dengan ujung jari yang hasilnya hanya panas dingin atau hangat.   


Fisika merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang gejala alam melalui pengamatan atau observasi dan memperoleh kebenaran secara empiris melalui panca indera  karena itu pengukuran merupakan bagian yang sangat penting dalam proses membangun konsep-konsep fisika. Pengukuran dilakukan langsung untuk mengetahui kuantitas besaran-besaran fisika seperti yang sudah dibahas dalam besaran dan pengukuran

 

Mengapa pengukuran memerlukan alat?

Pengukuran adalah suatu kegiatan sederhana dan penting dalam kehidupan kita, bukan hanya dalam pelajaran fisika tapi dalam kehidupan sehari-hari diperlukan pengukuran misalnya pedagang sayur ketika akan menjual bawang harus menimbang bawang yang akan dijualnya atau pedagang kain harus mengukur kain yang akan dijualnya.

Demi ketelitian (presisi) dan ketepatan (akurasi) maka diperlukan alat ukur yang sudah diakui secara internasional karena kalau pengukuran dengan menggunakan anggota tubuh misalnya jari seperti contoh di atas tentu tidak akurat dan berubah-ubah. 

Presisi adalah derajat kepastian hasil suatu pengukuran sedangkan akurasi menunjukan seberapa tepat hasil pengukuran mendekati nilai yang sebenarnya. Presisi bergantung pada alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Umumnya semakin kecil pembagian skala suatu alat semakin teliti(pesisi) hasil pengukuran alat tersebut.

Mistar memiliki skala terkecil 1 mm, sedangkan jangka sorong memiliki skala terkecil 0,1mm atau ada juga yang sampai 0,05 mm, maka pengukuran menggunakan jangka sorong akan memberikan hasil yang lebih presisi dibanding menggunakan mistar. Ke-akurasi-an pengukuran harus di cek dengan cara membandingkan terhadap nilai standar yang ditetapkan. Ke-akurasi-an alat ukur juga harus dicek secara periodik dengan metode the two-point calibration. Pertama apakah alat ukur memberikan pembacaan ukuran yang benar ketika digunakan untuk mengukur sesuatu yang standar?
Demikian posting kali ini bila ada kurang atau lebih, atau pembaca mau menambahkan silakan tuliskan di kolom komentar.

8 comments:

  1. udh saya follow,
    tolong follow back ya
    http://denbo-1.blogspot.com
    ditunggu follow back nya

    ReplyDelete
  2. gak mudeng pak guru, saya ni hanya blogger keuangan tetapi latah ni

    ReplyDelete
  3. Mengukur memang harus dibutuhkan ketelitian .

    ReplyDelete
  4. megang sighmat ingat waktu sekolah kejuruan :)

    ReplyDelete
  5. ketelitiannya sangat bagus sekali gan beneran

    ReplyDelete

Bagi adik-adik atau teman-teman pembaca blog ini yang mau kritik atau saran untuk perbaikan blog ini silakan tulis di kotak komentar.
Mohon maaf komentar yang mengandung spam secara otomatis oleh sistem blogger masuk kotak spam atau dihapus